Motivation Letter "love yourself"

    Halo! Nama saya Ayu Indah Permatasari, saya 18 tahun dan saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Saat ini tengah ramai perbincangan tentang “love yourself” atau “don’t be insecure”, dua kata ini terkadang menjadi semangat bagi seseorang yang merasa down dalam hidupnya. saat ini manusia seperti diburu oleh waktu dalam mencapai kesempurnaan dirinya, tapi yang kita tahu manusia tidak ada yang sempurna. Tuhan telah adil dalam menciptakan setiap manusia didunia ini, terkadang seseorang yang memiliki segalanya namun dia tidak bahagia dan begitupun sebaliknya. Manusia-manusia tersebut hanya belum memahami apa yang kelebihan yang dimilikinya, memang sifat manusia terkadang berarah ke negatif. Saya juga terkadang mengalami hal tersebut, dulu, saya sering merasa apa kelebihan yang saya miliki, saya merasa hanya mempunyai kekurangan yang merugikan, namun seiring berjalan waktu saya sadar bahwa diri ini yang harus mengontrol dunia bukan dunia yang mengontrol diri saya. Bagaimana saya melakukan itu, yang pertama saya berusaha untuk memahami diri saya, dalam hal ini memang terkadang sulit, jujur saya masih sering kurang memahami diri saya sendiri, saya masih membandingkan diri ini dengan diri yang lain, namun saya terus belajar dan belajar, contohnya seperti saya tidak begadang untuk hal hal yang tidak penting, saya sering begadang walaupun sedang tidak ada keperluan yang penting, saya sering memikirkan hal hal yang belum terjadi dimalam hari, terkadang saya juga memikirkan keirian saya tersebut, namun akhir akhir ini saya sudah menghilangkan kebiasaan terbut, saya sadar bahwa badan juga lelah selama seharian, saya sadar memikirkan sesuatu yang tidak pasti malah membuat pikiran kacau yang membuat sakit dan juga saya sadar bahwa dunia saya tidak akan mati walaupun saya tidak mengikutinya, terkadang memahami diri adalah sesuatu yang kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh sebagian orang, yang padahal memahami diri sekali saja bisa membuat diri bahagia dan tenang, yang kedua adalah cara saya menerima diri sendiri atau bersyukur atas apa yang saya miliki. Hal ini memang terkadang sulit dilakukan karena dunia yang semakin berkembang, dunia yang semakin membuat individu berpacu menjadi yang terhebat dan tersempurna, saya juga pernah memiliki rasa ini, saya pernah bertanya bertanya mengapa saya terkadang tidak sesempurna orang tersebut, tidak sepintar pribadi tersebut, atau bahkan tidak sekaya jutawan tersebut. Saya terus merasa iri dan marah pada diri saya sendiri, namun lambat laun seiring bertambah dewasanya diri ini, saya mulai menerima keadaan ini, saya mulai meyakinkan diri sendiri, saya selalu melihat orang lain dibawah yang mungkin tidak seberuntung saya. Saya masih bisa bernafas, berjalan, melihat, berfikir, dan makan dengan baik. Saya yakin masih banyak orang yang tidak menerima apa yang dimilikinya, namun percayalah jika diri ini mau menerima apa yang dimiliki sedikit saja, maka rasa tenang, bahagia, dan lega akan datang pada diri ini. Yang ketiga yaitu cara menyayangi dan mencintai diri sendiri, hal ini adalah yang paling banyak sulit dilakukan oleh semua orang termasuk saya, mengapa saya tidak sama dengan orang itu? Mungkin itulah pertanyaan yang sering saya ucapkan, standart manusia semakin tinggi, dan hanya sebagian kecil manusia yang bisa mencapainya. Namun, sekarang saya sudah sedikit menghilangkan pertanyaan itu di diri saya. saya mungkin memiliki kulit yang tidak seputih orang orang namun kulit itulah yang melindungi badan saya, saya mungkin tidak mempunyai hidung yang mancung tapi hidung itulah yang membuat saya tetap hidup. Hal hal seperti itulah yang selalu saya ingat agar saya tetap memahami, menerima, dan mencintai diri sendiri. Memang hidup selalu bergerak namun diri sendiri lah yang harus mengatur pergerakan dunia terhadap dirimu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESSAY "MENTAL HEALTH"